Sat. Jan 10th, 2026

Transformasi Digital Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo Terapkan Standar Internasional Keamanan Informasi

Jakarta — Transformasi digital di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan terus bergulir seiring meningkatnya kompleksitas bisnis serta tantangan keamanan data. Dalam konteks tersebut, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tercatat sebagai salah satu entitas di klaster pangan negara yang lebih awal mengantongi sertifikasi internasional ISO 27001 dan ISO 20000.

Kedua standar global tersebut masing-masing berkaitan dengan sistem manajemen keamanan informasi dan pengelolaan layanan teknologi informasi, yang menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital perusahaan secara aman dan berkelanjutan.

Sejak resmi berdiri, PalmCo dihadapkan pada tantangan besar berupa integrasi organisasi hasil penggabungan berbagai entitas. Penyatuan sistem, proses bisnis, serta budaya kerja yang sebelumnya berjalan terpisah menuntut pengelolaan teknologi informasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga terstandar dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Dalam konteks inilah, transformasi digital ditetapkan sebagai salah satu agenda strategis perusahaan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa penerapan standar internasional menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan proses integrasi sistem pascamerger berjalan secara terkendali dan berkelanjutan.

Menurutnya, transformasi digital tidak dapat dilepaskan dari penguatan tata kelola, khususnya dalam pengelolaan informasi dan layanan teknologi informasi yang semakin terintegrasi di lingkungan perusahaan.

“Transformasi digital bukan semata-mata soal penggunaan teknologi baru, tetapi juga bagaimana informasi dikelola secara disiplin dan layanan TI dijalankan dengan standar yang jelas. Sertifikasi ISO 27001 dan ISO 20000 menjadi langkah penting untuk memastikan sistem dan proses bisnis PalmCo berjalan aman dan berkelanjutan,” ujar Jatmiko.

ISO 27001 merupakan standar internasional yang berfokus pada sistem manajemen keamanan informasi, mencakup pengendalian akses, perlindungan data strategis, manajemen risiko, hingga kesiapan organisasi dalam menghadapi potensi insiden keamanan digital. Bagi PalmCo, penerapan standar ini dinilai relevan seiring meningkatnya volume dan kompleksitas data operasional pascamerger.

Sementara itu, ISO 20000 mengatur tata kelola layanan teknologi informasi agar berjalan secara konsisten, responsif, dan berorientasi pada kualitas. Standar ini memastikan layanan TI mampu mendukung kebutuhan operasional perusahaan secara berkelanjutan, sekaligus menyediakan kerangka kerja yang jelas dalam pengelolaan layanan kepada pengguna internal.

Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo, Suhendri, menjelaskan bahwa proses menuju perolehan sertifikasi internasional tersebut tidak berlangsung dalam waktu singkat. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil dari perjalanan panjang integrasi sistem serta penyelarasan cara kerja di seluruh lini organisasi.

Ia menyampaikan bahwa transformasi digital PalmCo telah dimulai sejak perusahaan terbentuk, dengan fokus pada penyatuan sistem, standarisasi proses bisnis, serta pembangunan budaya kerja yang lebih disiplin dan patuh terhadap prinsip tata kelola.

“Prosesnya tidak hanya menyangkut teknologi, tetapi juga perubahan cara kerja dan pola pikir. Sertifikasi ini menjadi indikator bahwa upaya integrasi sistem dan budaya kerja tersebut berjalan ke arah yang benar,” kata Suhendri.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas divisi serta dukungan manajemen menjadi faktor kunci dalam pemenuhan berbagai persyaratan standar internasional tersebut. Disiplin proses dan kepatuhan terhadap standar dinilai penting agar sistem digital dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya isu kebocoran data dan gangguan sistem digital di berbagai sektor, langkah PalmCo memperoleh sertifikasi ISO di bidang keamanan informasi mencerminkan pendekatan perusahaan yang lebih matang dalam mengelola risiko digital. Perusahaan tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga membangun kerangka pengelolaan risiko yang terukur.

Penguatan tata kelola teknologi informasi ini sejalan dengan upaya PalmCo, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), dalam memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Dalam organisasi hasil merger, sistem informasi yang tertata dan terlindungi menjadi elemen penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan fondasi sistem keamanan informasi dan layanan TI yang telah terstandar secara internasional, PalmCo memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan inovasi digital ke depan. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mendorong efisiensi operasional dan peningkatan kinerja bisnis, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tata kelola.

Ke depan, PalmCo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda transformasi digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Di sektor pangan yang semakin strategis, pengelolaan sistem digital yang aman dan andal menjadi prasyarat penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis serta kepercayaan para pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Related Post