Tue. Oct 27th, 2026

Suntik Autoimun Rutin hingga Rp45 Juta per Dosis, Ardiansyah Terbantu dengan Asuransi Kesehatan Syariah

Suntik Autoimun Rutin hingga Rp45 Juta per Dosis, Ardiansyah Terbantu dengan Asuransi Kesehatan Syariah

Bagi Muhammad Ardiansyah, istri dan anaknya adalah sumber kekuatan sekaligus orang-orang yang paling ingin ia lindungi. Karena itu, ia mempersiapkan perlindungan kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar untuk tetap hadir sebagai suami, ayah, dan pencari nafkah.

Ardiansyah telah menjadi Peserta Prudential Syariah sejak 2020. Kesadarannya mengenai pentingnya perlindungan tumbuh ketika ia mendampingi orang tuanya menjalani pengobatan diabetes. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa risiko kesehatan dapat datang kapan saja dan membutuhkan kesiapan finansial.

“Waktu itu saya mendampingi orang tua berobat dan melihat langsung biaya medis yang cukup mahal. Dari situ saya merasa perlu memiliki asuransi untuk berjaga-jaga,” ujar Ardiansyah.

Dua tahun setelah memiliki perlindungan, Ardiansyah didiagnosis menderita penyakit autoimun psoriasis. Kabar tersebut menjadi titik yang berat baginya karena kondisi itu membutuhkan waktu perawatan yang tidak singkat. Pada tahap awal, Ardiansyah menjalani suntikan setiap bulan sebanyak 15 hingga 18 kali, dengan biaya untuk satu kali suntikan dapat mencapai sekitar Rp45 juta. Kini, sesuai arahan dokter, jadwal suntik dilakukan setiap dua bulan dan efektivitas terapinya masih terus dipantau. Meski frekuensinya telah berkurang, besarnya biaya perawatan menunjukkan kebutuhan kesiapan finansial yang matang agar kestabilan ekonomi keluarga tetap terjaga.

“Perawatannya sudah berkali-kali dan biayanya cukup besar. Alhamdulillah, perlindungan Prudential Syariah membantu menanggung biaya perawatan yang saya jalani. Prosesnya juga mudah, mulai dari klaim, menjalani perawatan, hingga kepulangan dari rumah sakit,” katanya.

Di tengah proses yang panjang tersebut, kemudahan layanan membantu Ardiansyah dan keluarganya menjalani perawatan dengan lebih tenang. Menurutnya, tenaga pemasar turut memberikan pendampingan, sementara layanan digital membantunya memantau informasi polis dan nilai tunai.

Lili Yani Hasibuan, istri Ardiansyah, melihat perlindungan sebagai bentuk penjagaan bagi seluruh keluarga. Baginya, ketika pencari nafkah menghadapi risiko kesehatan, keluarga tidak hanya mengkhawatirkan kondisi orang yang dicintai, tetapi juga menghadapi risiko berkurangnya penghasilan serta kebutuhan biaya perawatan dalam waktu bersamaan.

“Kalau terjadi sesuatu pada suami sebagai pencari nafkah, setidaknya kami tidak perlu kembali memikirkan biaya kesehatannya. Perlindungan sangat membantu, baik untuk diri sendiri, pasangan, maupun anak-anak,” ujar Lili.

Pengalaman ini membuat Ardiansyah makin yakin bahwa perlindungan kesehatan ikut menjaga fondasi finansial keluarga. Tanpa persiapan, biaya medis bisa menggerus tabungan dan rencana keuangan yang sudah dibangun. Ikhtiar ini juga membawa semangat ta’awun atau tolong-menolong antar sesama Peserta melalui dana tabarru’, sehingga perlindungan menjadi bagian dari kepedulian bersama.

Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, mengatakan, “Perawatan jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan sekaligus kondisi finansial keluarga. Karena itu, kami berupaya memastikan Peserta tidak menghadapi proses tersebut sendirian. Ketika perlindungan dipersiapkan untuk orang yang nomor satu di hati, kami hadir untuk membantu menjaga yang paling berarti agar setiap janji bisa jadi nyata.”

Kini, Ardiansyah mengajak masyarakat mempersiapkan perlindungan selagi sehat, bukan setelah penyakit muncul. Baginya, itulah wujud nyata janji untuk menjaga yang nomor satu di hati dan tetap membersamai keluarga dalam berbagai keadaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA