Wed. Apr 22nd, 2026

Emas Pulih Setelah Koreksi, Target 4.822 Jadi Perhatian Pasar

Harga emas dunia pada perdagangan hari Rabu (22/4) diperkirakan kembali bergerak menguat setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Kondisi ini dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar, di mana fase koreksi terjadi sebelum harga melanjutkan tren utamanya. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, melihat bahwa pergerakan XAU/USD masih berada dalam tren naik yang cukup kuat, meskipun sempat mengalami penurunan jangka pendek.

Secara teknikal, harga emas sebelumnya turun dan menyentuh area support di kisaran 4.666. Penurunan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari proses koreksi setelah harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dalam analisis pasar, kondisi seperti ini sering disebut sebagai secondary trend, yaitu fase penyesuaian sebelum tren utama kembali berlanjut.

Menariknya, setelah menyentuh area tersebut, harga emas tidak melanjutkan penurunan lebih dalam, melainkan mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda, sementara minat beli kembali muncul. Pergerakan seperti ini sering kali menjadi sinyal awal bahwa pasar masih memiliki kecenderungan naik.

Geraldo Kofit menjelaskan bahwa selama harga tidak menembus level support penting di area 4.607, maka tren bullish masih dapat dikatakan aman. Level tersebut menjadi batas penting yang harus dijaga untuk mempertahankan arah kenaikan. Selama harga tetap berada di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan tren naik masih terbuka lebar.

Dalam proyeksi jangka pendek, harga emas diperkirakan memiliki peluang untuk bergerak naik menuju resistance terdekat di level 4.822. Area ini menjadi target yang cukup penting karena akan menentukan apakah momentum kenaikan masih cukup kuat untuk berlanjut ke level yang lebih tinggi.

Jika harga mampu menembus resistance tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka. Namun, jika gagal menembus, harga berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Dari sisi fundamental, penguatan harga emas juga didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian global yang masih tinggi, mulai dari kondisi geopolitik hingga kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, membuat investor tetap menjadikan emas sebagai pilihan untuk melindungi nilai aset.

Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat turut memberikan pengaruh positif. Pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, bahkan membuka peluang untuk pelonggaran kebijakan dalam jangka menengah. Kondisi ini membuat emas semakin menarik bagi investor.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS juga menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga emas. Dengan hubungan yang berlawanan arah antara dolar dan emas, penurunan nilai dolar cenderung memberikan ruang bagi harga emas untuk menguat.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turut memperkuat daya tarik emas. Ketika yield menurun, investor cenderung kembali melirik emas karena biaya peluang untuk memegang aset ini menjadi lebih rendah.

Koreksi yang terjadi sebelumnya juga dinilai sebagai aksi ambil untung yang wajar setelah harga mengalami kenaikan signifikan. Selama tidak ada perubahan besar dalam kondisi fundamental, koreksi seperti ini biasanya tidak berlangsung lama dan justru menjadi bagian dari pergerakan tren yang sehat.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa tren utama harga emas masih tetap bullish. Dengan dukungan faktor teknikal dan fundamental yang sejalan, peluang kenaikan menuju level 4.822 masih terbuka, selama harga mampu bertahan di atas area support kunci.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati pergerakan harga dan perkembangan sentimen global. Dalam kondisi pasar yang dinamis, memahami level penting dan arah tren menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang lebih tepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Related Post