{"id":40922,"date":"2026-02-24T10:02:16","date_gmt":"2026-02-24T01:02:16","guid":{"rendered":"https:\/\/orientpresswire.com\/?p=40922"},"modified":"2026-02-24T10:02:16","modified_gmt":"2026-02-24T01:02:16","slug":"krakatau-steel-dorong-kehadiran-negara-hadapi-distorsi-pasar-baja-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/orientpresswire.com\/?p=40922","title":{"rendered":"Krakatau Steel Dorong Kehadiran Negara Hadapi Distorsi Pasar Baja Global"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 24 Pebruari 2026 &#8211; Struktur pasar baja global kian menunjukkan ketimpangan yang sistemik. Konsentrasi pasokan bahan baku di sisi hulu, kelebihan kapasitas produksi di berbagai negara, serta intervensi kebijakan yang agresif telah menjauhkan industri baja dari asumsi persaingan yang setara. Dalam kondisi ini, mekanisme pasar murni tidak lagi cukup untuk menjaga keberlanjutan industri nasional.<\/p>\n<p>Pengamat Industri<br \/>\nBaja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel &amp; Mining Insights<br \/>\nmenegaskan bahwa dominasi segelintir perusahaan tambang global atas pasokan<br \/>\nbijih besi telah melemahkan posisi tawar produsen baja di banyak negara.<br \/>\n\u201cKetika struktur pasar global terdistorsi, sikap negara yang sepenuhnya pasif<br \/>\njustru berisiko membiarkan industri domestik tergerus secara struktural,\u201d tulis<br \/>\nWidodo.<\/p>\n<p><b>Pembelajaran Global: Konsolidasi<br \/>\nsebagai Instrumen Kebijakan<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Widodo<br \/>\nmenyoroti langkah Pemerintah Tiongkok membentuk China Mineral Resources Group<br \/>\n(CMRG) sebagai respons kebijakan terhadap kegagalan mekanisme pasar dalam<br \/>\nmenghadapi dominasi tambang global. Melalui konsolidasi pengadaan bahan baku<br \/>\nstrategis, Tiongkok berupaya mengoreksi ketimpangan posisi tawar yang selama<br \/>\nini membebani industri bajanya.\u00a0<\/p>\n<p>Kebijakan<br \/>\ntersebut, menurut Widodo, bukan untuk menggantikan mekanisme pasar, melainkan<br \/>\nmengoreksi kegagalan pasar yang bersifat struktural. Pengalaman ini menjadi<br \/>\nrujukan penting bagi negara-negara lain dalam merumuskan kebijakan daya saing<br \/>\nindustri yang lebih kontekstual.\u00a0<\/p>\n<p><b>Tantangan Industri Baja Nasional<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Dalam<br \/>\nkonteks Indonesia, tekanan struktural industri baja tidak hanya datang dari<br \/>\nsisi bahan baku, tetapi juga dari derasnya arus impor produk baja yang<br \/>\nterdistorsi. Kondisi ini menekan utilisasi kapasitas industri dalam negeri,<br \/>\nmelemahkan kepastian pasar, serta meningkatkan risiko investasi jangka panjang.\u00a0<\/p>\n<p>Widodo<br \/>\nmenilai bahwa persoalan daya saing industri nasional tidak dapat disederhanakan<br \/>\nsebagai masalah efisiensi perusahaan semata. Tanpa penataan struktur pasar,<br \/>\nperbaikan internal hanya akan memberikan dampak yang terbatas.<\/p>\n<p><b>Krakatau Steel: Negara Hadir<br \/>\nJaga Ketahanan Industri<\/b><\/p>\n<p>PT<br \/>\nKrakatau Steel (Persero)\/Tbk. Krakatau Steel Group memandang pentingnya<br \/>\nkehadiran negara yang presisi dalam menata struktur pasar baja nasional sebagai<br \/>\nbagian dari upaya mewujudkan kemandirian industri, sejalan dengan Asta Cita<br \/>\nPresiden Republik Indonesia.<\/p>\n<p>Direktur<br \/>\nUtama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa<br \/>\nindustri baja nasional membutuhkan persaingan pasar yang sehat agar mampu<br \/>\ntumbuh berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cPenataan<br \/>\npasar domestik dan pengelolaan arus impor baja yang terukur menjadi kunci untuk<br \/>\nmenjaga ketahanan industri nasional dan memastikan industri baja Indonesia<br \/>\nmampu bersaing secara sehat,\u201d ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai<br \/>\nChairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman<br \/>\nAsosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI\/ILFA).<\/p>\n<p><b>Menata Arah Kebijakan Baja ke<br \/>\nDepan<\/b><\/p>\n<p>Krakatau<br \/>\nSteel Group menilai bahwa pengalaman internasional, termasuk kebijakan<br \/>\nTiongkok, tidak perlu ditiru secara mekanis. Namun, logika kebijakan di<br \/>\nbaliknya, yakni kehadiran negara untuk mengoreksi distorsi pasar, relevan untuk<br \/>\nIndonesia.<\/p>\n<p>Melalui<br \/>\nkebijakan yang selektif, terukur, dan berbasis diagnosis struktural, penataan<br \/>\npasar baja nasional diharapkan mampu mencegah limpahan impor yang tidak sehat<br \/>\nsekaligus memperkuat fondasi industri baja nasional sebagai sektor strategis<br \/>\npembangunan ekonomi Indonesia.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/30970e8c-a32e-4e28-bd4e-79efc3ede792\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 24 Pebruari 2026 &#8211; Struktur pasar baja global kian menunjukkan ketimpangan yang sistemik. Konsentrasi pasokan bahan baku di sisi hulu, kelebihan kapasitas produksi di berbagai negara, serta intervensi kebijakan yang agresif telah menjauhkan industri baja dari asumsi persaingan yang setara. Dalam kondisi ini, mekanisme pasar murni tidak lagi cukup untuk menjaga keberlanjutan industri nasional. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40923,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-40922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40922"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40922\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/40923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}