{"id":26223,"date":"2025-08-11T22:46:51","date_gmt":"2025-08-11T13:46:51","guid":{"rendered":"https:\/\/orientpresswire.com\/?p=26223"},"modified":"2025-08-11T23:46:11","modified_gmt":"2025-08-11T14:46:11","slug":"kementrian-pu-adopsi-teknologi-peredam-gempa-jembatan-pandansimo-segera-beroperasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/orientpresswire.com\/?p=26223","title":{"rendered":"Kementrian PU: Adopsi Teknologi Peredam Gempa, Jembatan Pandansimo segera beroperasi"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 11 Agustus 2025 &#8211; Pembangunan Jembatan Pandansimo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memanfaatkan teknologi modern peredam gempa sudah memasuki tahap akhir. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan infrastruktur vital di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini dapat segera beroperasi pada September 2025 sebagai bagian dari jalur jalan strategis sekaligus pendorong ekonomi baru di kawasan selatan Jawa.<\/p>\n<p>Menteri PU Dody<br \/>\nHanggodo mengatakan, pembangunan jembatan Pandansimo merupakan salah satu<br \/>\nprioritas Kementerian PU dalam meningkatkan konektivitas dan mempercepat<br \/>\ndistribusi logistik di kawasan selatan Yogyakarta dan kawasan selatan Pulau<br \/>\nJawa. <\/p>\n<p>\u201cDengan<br \/>\nselesainya Jembatan Pandansimo, waktu tempuh antarwilayah akan jauh berkurang,<br \/>\nbiaya operasional kendaraan lebih efisien, dan akses menuju pusat produksi<br \/>\npertanian, perikanan, serta destinasi wisata akan semakin terbuka lebar,\u201d kata<br \/>\nMenteri Dody.<\/p>\n<p>Jembatan<br \/>\nPandansimo memiliki panjang total penanganan 2.300 meter dengan lebar rata-rata<br \/>\n24 meter, terdiri dari oprit, slab on pile, dan jembatan utama. Nilai kontrak<br \/>\nproyek ini mencapai Rp863,7 miliar yang bersumber dari APBN, dengan masa<br \/>\npelaksanaan 579 hari kalender.<\/p>\n<p>Berdasarkan<br \/>\nstudi kelayakan tahun 2017, pengoperasian JJLS di DIY diperkirakan akan mampu<br \/>\nmengurangi biaya operasional kendaraan sebesar 13,11% atau setara Rp1,4 triliun<br \/>\nper tahun, menghemat waktu tempuh hingga 20 menit, serta meningkatkan nilai<br \/>\nproduksi berbagai komoditas wilayah yang dilalui sekitar sebesar 18,6% atau<br \/>\nsekitar Rp7,7 miliar per tahun.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/140bbed1-2f3c-42fe-cac8-4ee596446900\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Selain manfaat<br \/>\ntransportasi, jembatan ini juga akan membuka akses ke lahan pertanian seluas<br \/>\n2.164,10 hektare di Kecamatan Galur dan mendukung produksi pertanian sebesar<br \/>\n9.143,2 kuintal sayur dan buah setiap tahunnya. Produksi perikanan di Kecamatan<br \/>\nSrandakan juga diharapkan meningkat sebesar 13,3 ton per tahun. Keberadaan<br \/>\nJembatan Pandansimo juga diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan<br \/>\nekonomi, logistik, dan pariwisata di wilayah selatan DIY dan Pulau Jawa.<\/p>\n<p>Menteri PU, Dody<br \/>\nHanggodo, mengungkapkan, jembatan Pandansimo bukan hanya sekadar infrastruktur<br \/>\npenghubung, tetapi juga simbol pemerataan pembangunan, terutama bagi masyarakat<br \/>\nselatan DIY dan Pulau Jawa. Kementerian PU tidak hanya menghadirkannya sebagai<br \/>\ninfrastruktur yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi, namun sekaligus<br \/>\nmelestarikan kearifan lokal. <\/p>\n<p>Sementara itu,<br \/>\ndari sisi teknis, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa<br \/>\nTengah \u2013 DIY, Moch. Iqbal Tamher, menuturkan bahwa Jembatan Pandansimo<br \/>\ndirancang untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana dan sejalan<br \/>\ndengan visi Kementerian PU: membangun infrastruktur yang tangguh, adaptif, dan<br \/>\nberkelanjutan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/9c50799f-8e18-4662-c753-e2e7728eb500\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>\u201cDari sisi<br \/>\nteknis, jembatan ini memanfaatkan teknologi konstruksi modern seperti<br \/>\nCorrugated Steel Plate (CSP) yang ringan dan kuat, Lead Rubber Bearing (LRB)<br \/>\nsebagai peredam gempa, serta Mechanically Stabilized Earth Wall (MSE Wall)<br \/>\nuntuk efisiensi lahan, dan mortar busa untuk mengurangi beban struktur,\u201d jelas<br \/>\nIqbal Tamher.<\/p>\n<p>Iqbal Tamher<br \/>\nmenambahkan, saat ini Jembatan Pandansimo, yang mengadopsi elemen budaya lokal<br \/>\nseperti motif batik nitik dan bentuk gunungan pada gapura serta lampu jalan,<br \/>\nmasih dalam proses Audit Keselamatan Jalan untuk memastikan seluruh elemen<br \/>\njembatan dan jalan penghubungnya memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan<br \/>\nkelancaran lalu lintas. Dengan rencana pengoperasian pada September 2025,<br \/>\ndiharapkan Jembatan Pandansimo dapat memberikan manfaat yang optimal bagi<br \/>\nmasyarakat, terutama bagi masyarakat di kawasan selatan<br \/>\nYogyakarta\u00a0dan\u00a0Pulau\u00a0Jawa.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 11 Agustus 2025 &#8211; Pembangunan Jembatan Pandansimo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memanfaatkan teknologi modern peredam gempa sudah memasuki tahap akhir. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan infrastruktur vital di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini dapat segera beroperasi pada September 2025 sebagai bagian dari jalur jalan strategis sekaligus pendorong ekonomi baru di kawasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26225,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-26223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26223"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26224,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26223\/revisions\/26224"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}