{"id":26142,"date":"2025-08-11T11:17:58","date_gmt":"2025-08-11T02:17:58","guid":{"rendered":"https:\/\/orientpresswire.com\/?p=26142"},"modified":"2025-08-11T11:45:58","modified_gmt":"2025-08-11T02:45:58","slug":"sinema-eksploitasi-orde-baru-menguak-perspektif-baru-untuk-pendidikan-film","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/orientpresswire.com\/?p=26142","title":{"rendered":"Sinema Eksploitasi Orde Baru: Menguak Perspektif Baru untuk Pendidikan Film"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam upaya memperluas wacana<br \/>\nakademik dan kebudayaan di lingkungan kampus, BINUS kembali menyelenggarakan<br \/>\nBINUS Book Review dengan mengangkat salah satu karya terbaru dari akademisi dan<br \/>\nkritikus film terkemuka, Ekky Imanjaya, SS., MHum., MA., Ph.D. Acara ini<br \/>\nmengulas buku berjudul \u201cThe Real Guilty Pleasures: Menimbangulang Sinema<br \/>\nEksploitasi Transnasional Orde Baru\u201d, yang berlangsung pada 29 Juli 2025 di<br \/>\nBINUS @Kemanggisan Kampus Anggrek, dan diselenggarakan secara hybrid.<\/p>\n<p>Kegiatan ini merupakan kolaborasi<br \/>\nantara BINUS Library &amp; Knowledge Center, Knowledge Management Innovation, BINUS<br \/>\nMedia &amp; Publishing, serta BINUS Press, yang secara konsisten menghadirkan<br \/>\ndiskusi-diskusi penting untuk memperkuat budaya literasi kritis di lingkungan<br \/>\nakademik. Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk menelusuri ulang sejarah<br \/>\nperfilman Indonesia dari sudut pandang yang jarang dibahas secara terbuka, yaitu<br \/>\nsinema eksploitasi yang berkembang pada masa Orde Baru dan bagaimana sinema<br \/>\ntersebut berjejaring secara transnasional.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/6884aaf2-85bb-4e42-77f8-11a6cdbed600\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Dalam sambutan pembuka, Dr. Karto<br \/>\nIskandar, S.Kom., M.M. selaku IS Development Manager at BINUS\u00a0University,<br \/>\nmenekankan pentingnya melihat sinema tidak hanya sebagai hiburan, tetapi<br \/>\nsebagai dokumen social politik yang merekam kompleksitas zamannya. Ia<br \/>\nmenyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, mahasiswa dan sivitas akademika dapat<br \/>\nmemahami bagaimana film bisa menjadi medium kekuasaan, perlawanan, sekaligus<br \/>\nproduk budaya global.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/97841567-201c-4fb6-7fa9-68f5cc984a00\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Pada sesi bedah buku, Dr. Ekky<br \/>\nImanjaya membedah gagasannya dengan penuh semangat. Ia menjelaskan bahwa<br \/>\nfilm-film eksploitasi yang kerap dipandang sebelah mata sesungguhnya menyimpan<br \/>\nbanyak lapisan makna dan potensi kritik, terutama dalam konteks politik budaya<br \/>\nOrde Baru dan keterhubungannya dengan pasar internasional. \u201cMelalui buku ini,<br \/>\nsaya ingin menunjukkan bahwa sinema eksploitasi bukan hanya soal estetika yang<br \/>\nvulgar atau narasi yang sensasional, tetapi juga bagaimana Indonesia dilihat<br \/>\ndan melihat dirinya sendiri dalam lanskap global,\u201d ujar Ekky.<\/p>\n<p>Buku ini membahas film-film<br \/>\nIndonesia era 1970\u20131990-an yang sering kali diproduksi dengan gaya eksotik dan<br \/>\neksploratif untuk memenuhi selera pasar luar negeri. Dalam penjelasannya, Bapak<br \/>\nEkky menyoroti bagaimana sinema seperti ini justru membuka ruang untuk memahami<br \/>\npolitik representasi, ekonomi budaya, dan negosiasi identitas nasional di bawah<br \/>\nrezim otoriter.<\/p>\n<p>Acara ini tidak hanya menjadi ajang<br \/>\nperkenalan buku, tetapi juga sebagai pemantik diskusi akademik lintas disiplin<br \/>\nmengenai sejarah kebudayaan visual Indonesia. Melalui pendekatan<br \/>\ninterdisipliner yang diusung Bapak Ekky Imanjaya, buku ini diharapkan menjadi<br \/>\nreferensi penting bagi peneliti, mahasiswa, dan sineas dalam membaca ulang<br \/>\nsejarah film nasional dari sudut pandang yang lebih kompleks dan jujur.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/64aba095-65a7-47aa-29df-dd8e360b9b00\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Dengan penyelenggaraan kegiatan<br \/>\nini, BINUS berkomitmen mendukung pengembangan kajian budaya dan seni di<br \/>\nIndonesia. Upaya seperti ini menjadi bagian dari misi universitas untuk terus<br \/>\nmenumbuhkan ruang dialog kritis yang inklusif dan reflektif, serta membina dan<br \/>\nmemberdayakan masyarakat melalui pembangunan pengetahuan yang menguatkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam upaya memperluas wacana akademik dan kebudayaan di lingkungan kampus, BINUS kembali menyelenggarakan BINUS Book Review dengan mengangkat salah satu karya terbaru dari akademisi dan kritikus film terkemuka, Ekky Imanjaya, SS., MHum., MA., Ph.D. Acara ini mengulas buku berjudul \u201cThe Real Guilty Pleasures: Menimbangulang Sinema Eksploitasi Transnasional Orde Baru\u201d, yang berlangsung pada 29 Juli 2025 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26144,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-26142","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26142"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26142\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26143,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26142\/revisions\/26143"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}