{"id":21058,"date":"2025-06-22T17:15:00","date_gmt":"2025-06-22T08:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/orientpresswire.com\/?p=21058"},"modified":"2025-06-22T17:47:04","modified_gmt":"2025-06-22T08:47:04","slug":"telusuri-jejak-sejarah-perkeretaapian-di-kota-kudus-kai-daop-4-semarang-ajak-komunitas-napak-tilas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/orientpresswire.com\/?p=21058","title":{"rendered":"Telusuri Jejak Sejarah Perkeretaapian di Kota Kudus, KAI Daop 4 Semarang Ajak Komunitas Napak Tilas"},"content":{"rendered":"\n<p>PT Kereta<br \/>\nApi Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang bersama komunitas pecinta kereta<br \/>\napi Indonesian Railways Preservation Society (IRPS), Kereta Anak Bangsa (KAB), Komunitas<br \/>\nCerita Kudus Kota, dan Lelana Walking Tour melaksanakan kegiatan bertajuk &#8220;Telusuri<br \/>\nJejak Kereta Api di Kudus&#8221; pada Minggu, 22 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh<br \/>\nlebih dari 60 peserta dari berbagai kalangan yang antusias menelusuri sisa-sisa<br \/>\nsejarah kejayaan perkeretaapian di Kota Kudus, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Dalam napak<br \/>\ntilas ini, para peserta menyusuri rute sejauh 2 kilometer dari kawasan eks<br \/>\nStasiun Kliwon (stasiun kereta api pertama di Kudus) menuju eks Stasiun Kudus<br \/>\ndi kawasan Wergu. Sepanjang perjalanan, peserta diajak menyaksikan langsung<br \/>\nsisa-sisa peninggalan bersejarah seperti jalur rel lama, bangunan-bangunan<br \/>\nbekas operasional kereta api, perangkat persinyalan, serta jembatan besi peninggalan<br \/>\nmasa kolonial yang hingga kini masih berdiri kokoh.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/e85f4885-ce07-4e6b-69ce-b0ab776be000\/public\" alt=\"Para peserta melihat kondisi bekas jalur rel dan bangunan di Jl Hos Cokroaminoto Kudus\" \/><\/p>\n<p>Manager<br \/>\nHumas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengungkapkan bahwa kegiatan ini<br \/>\nmerupakan bagian dari komitmen KAI untuk menggali, melestarikan, sekaligus<br \/>\nmengedukasi masyarakat mengenai sejarah panjang perkeretaapian di Tanah Air,<br \/>\nkhususnya di Kota Kudus.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak<br \/>\ngenerasi muda maupun warga Kudus sendiri yang belum mengetahui bahwa daerah ini<br \/>\ndulu memiliki jaringan kereta api trem yang cukup maju dan bahkan memiliki<br \/>\nstasiun besar yang menjadi denyut transportasi dan perekonomian wilayah ini.<br \/>\nMelalui kegiatan ini, kami ingin membuka kembali ingatan sejarah itu agar tidak<br \/>\nhilang ditelan zaman,&#8221; ungkap Franoto.<\/p>\n<p><b>Mengenal<br \/>\nSekilas Sejarah Perkeretaapian di Kudus<\/b><\/p>\n<p>Jejak<br \/>\nperkeretaapian di Kudus tak lepas dari kehadiran perusahaan trem swasta<br \/>\nSamarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) yang mengembangkan jaringan trem di<br \/>\nwilayah ini sejak akhir abad ke-19. Jalur pertama dibangun dari Semarang menuju<br \/>\nJoana, melintasi Demak, Kudus, dan Pati, sepanjang total 87,2 km. Stasiun Kudus<br \/>\ndiresmikan bersamaan dengan pembukaan lintas Demak-Kudus pada 15 Maret 1884.<\/p>\n<p>Menariknya,<br \/>\nstasiun pertama di Kudus, dikenal sebagai Stasiun Kliwon yang dibangun dari<br \/>\nkayu sederhana, berdekatan dengan Alun-Alun dan Pabrik Gula Rendeng sebagai<br \/>\nbagian dari strategi SJS untuk menghubungkan pusat produksi gula dengan<br \/>\npelabuhan ekspor. Seiring pertumbuhan kota, jalur trem dan stasiun dipindahkan<br \/>\nke Wergu pada tahun 1919 dengan bangunan baru yang lebih megah lengkap dengan<br \/>\nkanopi besi berhias kaca berwarna, menjadikannya salah satu stasiun paling<br \/>\nmodern pada masanya.<\/p>\n<p>Setelah masa<br \/>\nkejayaannya, perlahan-lahan aktivitas perkeretaapian di Kudus menurun, hingga<br \/>\nakhirnya stasiun berhenti beroperasi pada 1980-an.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/a1d8195b-9dfa-4f61-3b1a-6bd9bd405200\/public\" alt=\"Para peserta melihat kondisi bangunan eks Stasiun Kudus di Wergu Wetan\" \/><\/p>\n<p>Ketua IRPS<br \/>\nKorwil Semarang, Bachtiar Yosanto, menambahkan bahwa kegiatan ini juga<br \/>\nbertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Kudus pernah menjadi<br \/>\nbagian penting dalam sejarah transportasi kereta api di Jawa Tengah.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak<br \/>\nyang tidak tahu kalau dulu di sini ada jalur kereta api aktif, bahkan stasiun<br \/>\nbesar yang kini masih ada bekasnya. Ini aset sejarah yang sangat layak untuk<br \/>\ndiangkat kembali, baik sebagai bahan edukasi, wisata sejarah, maupun bagian<br \/>\ndari identitas kota Kudus,&#8221; jelas Bachtiar.<\/p>\n<p>Melalui<br \/>\nkegiatan ini, KAI Daop 4 Semarang dan komunitas berharap dapat menumbuhkan<br \/>\nkesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian situs sejarah perkeretaapian<br \/>\nsebagai bagian dari warisan budaya bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan<br \/>\nberkala dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan<br \/>\ngenerasi muda, agar sejarah panjang perkeretaapian Indonesia tetap hidup dan<br \/>\nmemberi manfaat bagi masyarakat luas,&#8221; tutup Franoto.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang bersama komunitas pecinta kereta api Indonesian Railways Preservation Society (IRPS), Kereta Anak Bangsa (KAB), Komunitas Cerita Kudus Kota, dan Lelana Walking Tour melaksanakan kegiatan bertajuk &#8220;Telusuri Jejak Kereta Api di Kudus&#8221; pada Minggu, 22 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 60 peserta dari berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21060,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-21058","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21058"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21058\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21059,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21058\/revisions\/21059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/orientpresswire.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}