Sat. Jun 13th, 2026

Dukung Hilirisasi Riset, Wamenko Pangan Luncurkan Inovasi Faspol 5.0 dan Kompetisi PFsains 2026

Kendal, 11 Juni 2026– Pertamina melalui Pertamina Foundation berkomitmen mendukung pemerintah dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat melalui hilirisasi riset. Salah satu inovasi yang telah diimplementasikan ialah alat pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol 5.0) yang diluncurkan untuk TPS3R Desa Mergorejo, Cempiring, Kendal.

Inovasi ini diluncurkan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq sebagai solusi atas banyaknya timbunan sampah di Indonesia yang masih belum terkelola.

“Pengelolaan sampah di Indonesia menjadi tantangan serius karena 74 persen pengelolaannya masih berada sawah-sawah, selokan, dan sungai-sungai sekitar masyarakat. Untuk itu, kita patut berbangga ada inovasi Faspol yang dihadirkan oleh BRIN dan Pertamina Foundation melalui program PFsains yang mampu mengolah sampah plastik low value menjadi bahan bakar minyak terbarukan,” ujar Hanif dalam acara Launching Alat Pirolisis Multikondensor Faspol 5.0 dan Kompetisi PFsains 2026, Kamis (11/06).

Hanif juga berharap inovasi ini dapat mendukung operasional petani desa Mergorejo sehingga menekan biaya produksi dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat serta berpesan agar dikelola dengan baik.

Senada, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut baik Faspol 5.0 karena mendukung daerahnya untuk membangun pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Inovasi Faspol 5.0 di Kendal merupakan karya riset peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus pemenang program PFsains Pertamina Foundation tahun 2025, Tri Martini Patria.

“Berkat program PFsains, kami mampu menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kemandirian energi lewat produksi minyak (Petasol) dari limbah dan menangani tumpukan sampah plastik low value agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah mengalami overload,” ungkap Tri Martini.

PFsains merupakan kompetisi inovasi teknologi dan energi dari Pertamina Foundation yang berfokus pada hilirisasi riset, implementasi teknologi tepat guna, serta pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan dan energi.

Program ini hadir sebagai wadah bagi akademisi dan praktisi untuk melahirkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Sejak tahun 2020 hingga 2025, PFsains telah menjadi katalisator bagi 45 inovator. Fokus bidang inovasinya pun beragam, mencakup sektor perikanan, pertanian, pengelolaan limbah, fasilitas umum, peternakan, kendaraan listrik hingga fasilitas industri.

Tahun 2026, PFsains secara resmi diluncurkan dengan tema “Masyarakat Berdikari berbasis Ketahanan Pangan dan Energi melalui Inovasi Teknologi Berkelanjutan”.

“PFsains tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga pendampingan proses agar inovasi teknologi yang dikembangkan dapat dikelola dengan efektif, berkelanjutan, dan betul-betul serius membantu masyarakat marginal agar bisa menjadi mandiri,” ucap Agus.

Kompetisi ini terbuka untuk mahasiswa, peneliti, dan akademisi melalui dua kategori utama: Ideation (riset tahap awal dengan TKT 1-4) dan Implementation (riset yang siap diimplementasikan dengan TKT 5-9).

Tujuan dari PFsains selaras dengan Asta Cita Presiden dalam upaya membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Informasi selengkapnya mengenai kompetisi PFsains dapat diakses melalui media sosial dan laman resmi Pertamina Foundation pertaminafoundation.org.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Related Post