Sat. Jul 25th, 2026

Pelabuhan Krueng Geukueh Berangkatkan Ribuan Ton Biomassa ke Jepang

Aceh Utara, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, Anak
Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional
terminal nonpetikemas, kembali mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh melalui
Branch Lhokseumawe atau biasa disebut Pelabuhan Krueng Geukueh. Sebanyak 9.275
metrik ton Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang inti sawit bersertifikat Green
Gold Label (GGL) diberangkatkan menuju Omaezaki Port, Jepang pada Rabu (22/7), sebagai
bahan baku biomassa untuk energi terbarukan.

Pengiriman yang dilakukan oleh PT Kharisma Inti Mitra
Indonesia tersebut menjadi pengapalan ketiga komoditas biomassa melalui
Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, pelabuhan ini
telah melayani ekspor PKS ke Jepang dengan total volume mencapai 29.775 metrik
ton, yang menunjukkan semakin besarnya peran Pelabuhan Krueng Geukueh dalam
mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar global.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia
Rahman, menilai keberhasilan ekspor tersebut semakin memperkuat posisi
Pelabuhan Krueng Geukueh sebagai salah satu simpul logistik yang memiliki daya
saing di kawasan barat Indonesia.

“Pelabuhan Krueng Geukueh terus dikembangkan sebagai
pelabuhan yang mengedepankan konektivitas, keandalan pelayanan, serta kemudahan
bagi pengguna jasa. Kami didukung sumber daya manusia yang profesional,
fasilitas operasional yang memadai, dan koordinasi yang solid bersama seluruh
pemangku kepentingan. Kombinasi tersebut menciptakan iklim bisnis yang semakin
kondusif sehingga memberikan kepastian pelayanan bagi pelaku usaha yang ingin
mengembangkan pasar hingga ke tingkat internasional,” ujar Aulia.

Ia menambahkan bahwa Pelindo akan terus mendorong
peningkatan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional guna mendukung
pertumbuhan ekspor berbagai komoditas unggulan Aceh, baik dari sektor
perkebunan, pertanian, industri, maupun komoditas strategis lainnya.

Palm Kernel Shell merupakan salah satu produk turunan kelapa
sawit yang memiliki nilai strategis sebagai bahan bakar biomassa untuk
pembangkit energi ramah lingkungan. Seiring meningkatnya kebutuhan energi
rendah emisi di berbagai negara, permintaan terhadap biomassa berkelanjutan
terus meningkat, termasuk dari Jepang sebagai salah satu pasar utamanya.

Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Azwar, menyampaikan bahwa setiap
aktivitas pelayaran internasional di Pelabuhan Krueng Geukueh selalu dilaksanakan
dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap
regulasi.

“KSOP bersama Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP)
serta instansi terkait memastikan seluruh proses pelayanan kapal berjalan
sesuai ketentuan, mulai dari pemeriksaan dokumen, pengawasan keselamatan
pelayaran, hingga koordinasi dengan instansi CIQP. Sinergi tersebut menjadi
bagian penting dalam menjaga kelancaran arus logistik dan meningkatkan
kepercayaan dunia usaha terhadap pelayanan pelabuhan,” katanya.

Sementara itu, Site Manager PT Kharisma Inti Mitra
Indonesia, Anthony Kumala, mengatakan bahwa tingginya minat pasar internasional
terhadap PKS asal Aceh tidak terlepas dari kualitas komoditas yang dihasilkan
serta dukungan ekosistem logistik yang semakin kompetitif.

“Kemudahan koordinasi antar pemangku kepentingan,
proses pelayanan yang semakin cepat, serta dukungan infrastruktur logistik di
Pelabuhan Krueng Geukueh menjadi nilai tambah yang memberikan kepastian bagi
pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekspor,” ujarnya.

Melalui kolaborasi yang erat antara operator pelabuhan,
regulator, dan pelaku usaha, Pelabuhan Krueng Geukueh terus memperkuat perannya
sebagai gerbang perdagangan internasional di wilayah Aceh. Letaknya yang
strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadi keunggulan
tersendiri dalam mendukung konektivitas logistik dan peningkatan ekspor
komoditas unggulan Indonesia ke pasar global.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA