Dalam sebuah proyek pembangunan workshop produksi skala menengah, pemilik awalnya memilih besi biasa yang dilapisi cat anti karat. Secara tampilan, material ini terlihat rapi dan kokoh saat pertama dipasang. Harganya juga terasa lebih ringan di awal, sehingga dianggap cukup aman untuk kebutuhan struktur.
Beberapa bulan pertama berjalan tanpa kendala. Namun setelah memasuki musim hujan, perubahan mulai terlihat. Di area sambungan dan sudut rangka yang sering terkena air, warna besi mulai menggelap. Permukaan yang awalnya halus perlahan terasa kasar, dan cat di beberapa bagian mulai terangkat. Pada tahap ini, karat belum parah, tetapi tanda-tandanya sudah jelas.
Masalah menjadi lebih terasa ketika aktivitas produksi meningkat. Uap panas dan kelembapan mempercepat proses korosi. Beberapa bagian rangka harus diamplas dan dicat ulang agar tidak semakin parah. Pekerjaan ini tidak hanya memakan biaya, tetapi juga waktu, karena dilakukan saat workshop sedang aktif beroperasi.
Perubahan Material yang Mengubah Hasil
Pada pengembangan area workshop berikutnya, pemilik proyek memutuskan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kali ini, struktur utama menggunakan besi galvanis, termasuk untuk rangka, pagar pengaman, dan lantai kerja berbahan expanded metal.
Perbedaan terasa sejak awal pemasangan. Permukaan besi galvanis terlihat lebih konsisten dan tidak membutuhkan lapisan tambahan. Setelah terpasang dan digunakan dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya, material ini menunjukkan performa yang jauh lebih stabil. Paparan hujan, panas, dan kelembapan tidak menimbulkan perubahan berarti pada permukaan besi.
Setelah lebih dari satu tahun penggunaan, hampir tidak ditemukan tanda karat. Sambungan tetap bersih, struktur terasa kaku, dan tidak ada kebutuhan perawatan tambahan. Dari sisi operasional, ini menjadi keuntungan besar karena tidak ada waktu kerja yang terganggu akibat perbaikan.
Di titik ini, pemilik proyek menyadari bahwa biaya tambahan saat membeli besi galvanis di awal ternyata jauh lebih kecil dibanding biaya pengecatan ulang, perbaikan, dan risiko kerusakan struktur di kemudian hari.
Bagaimana dengan Stainless Steel?
Stainless steel sempat masuk dalam pertimbangan, terutama karena ketahanannya terhadap karat. Namun setelah dihitung, penggunaan stainless untuk seluruh struktur workshop terasa kurang efisien. Harganya terlalu tinggi untuk kebutuhan konstruksi umum. Akhirnya, stainless hanya digunakan di area tertentu yang memang membutuhkan standar kebersihan tinggi, sementara struktur utama tetap mengandalkan galvanis.
Pendekatan ini memberikan hasil yang seimbang. Fungsi tetap terpenuhi, biaya terkendali, dan daya tahan material tetap terjaga.
Pelajaran yang Bisa Diambil
Karat bukan masalah yang muncul seketika. Ia datang perlahan dan sering kali baru disadari saat kerusakan sudah menyebar. Dari pengalaman proyek ini, terlihat jelas bahwa memilih material sejak awal memiliki dampak besar terhadap umur pakai dan biaya jangka panjang.
Untuk kebutuhan konstruksi, workshop, dan area industri yang terpapar lingkungan terbuka, besi galvanis terbukti menjadi pilihan paling masuk akal. Tidak berlebihan, tidak membutuhkan perawatan rumit, dan cukup kuat untuk penggunaan jangka panjang.
Material Inovasi Industri menyediakan berbagai produk besi galvanis seperti plat galvanis, hollow galvanis, dan expanded metal galvanis yang telah digunakan di berbagai proyek workshop dan area produksi dengan kebutuhan ketahanan tinggi.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
